GOLD PRICE IS IN YOUR HAND!!

Unduh gratis aplikasi pemantau harga emas kami, untuk pengguna BlackBerry klik http://www.salmadinar.com/ota dan pengguna Android klik http://www.salmadinar.com/android langsung dari device Anda

24hr Gold Dinar Chart

24hr Gold Dinar Chart

Sabtu, 31 Januari 2009

Bukti Stabilitas Dinar & Dirham


Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Qur’an dan Hadits dapat kita pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang relatif tetap sedangkan mata uang lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan.

(Al-Kahf 019)
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.

Di surat Al Kahfie ayat 19 tersebut diatas diungkapkan bahwa mereka meminta salah satu rekannya untuk membeli makanan di kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi yang jelas uang perak. Kalau kita asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka ini konversinya ke nilai rupiah akan berkisar Rp 60,000 – Rp 90,000. Dengan uang perak yang sama sekarang (1 Dirham sekarang sekitar Rp 30,000 – apabila tidak dikenakan biaya pencetakan yang berlebihan) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Jadi setelah lebih kurang 18 abad, daya beli uang perak relatif sama. Coba bandingkan dengan Rupiah, tahun 90-an akhir sebagai anak kos saya bisa makan satu bulan dengan uang Rp 300,000,-. Apakah sekarang ada anak kos yang bisa makan satu bulan dengan uang hanya Rp 300,000 ? jawabannya tentu tidak. Jadi hanya dalam tempo kurang dari 10 tahun saja uang kertas kita sudah amat sangat jauh perbedaan nilai atau kemampuan daya belinya.

Mengenai daya beli uang emas Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut :

”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, S.A.W adalah satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah S.A.W. adalah orang yang sangat adil, tentu beliau tidak akan menyuruh ‘Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua adalah ketika ‘Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar. Memang sebelumnya ‘Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, S.A.W. Diriwayat lain ada yang mengungkapkan harga kambing sampai 2 Dinar, hal ini mungkin-mungkin saja karena di pasar kambing manapun selalu ada kambing yang kecil, sedang dan besar. Nah kalau kita anggap harga kambing yang sedang adalah satu Dinar, yang kecil setengah Dinar dan yang besar dua Dinar pada zaman Rasulullah S.A.W maka sekarangpun dengan 1/2 sampai 2 Dinar (1 dinar sekarang sekitar Rp 1.400,000) kita bisa membeli kambing dimanapun di seluruh dunia – artinya setelah lebih dari 14 abad daya beli Dinar tetap. Coba bandingkan dengan daya beli uang kertas yang ada di dunia ini yang cenderung menurun kemampuannya.
Dari fakta ini diharapkan anda memiliki pemahaman bahwa sebenarnya harga dinar dari dahulu sampai sekarang adalah tetap namun daya beli uang pembandingnyalah yang mengalami penurunan kemampuan daya beli.
-Selamatkan jerih payah anda untuk masa depan yang lebih baik-
semoga manfaat
Wass

Kamis, 29 Januari 2009

Awal Proyek Besar Penyelamatan Kekayaan Umat



Semenjak Salma Dinar belajar bergerak dan mulai merangkak mulai bulan November 2008 lalu, alhamdulillah lebih dari seperempat Milyar rupiah dana masyarakat terselamatkan.

Kita menyebutnya penyelamatan, mengapa ?

Karena dana yang dimiliki tadi selamat untuk tidak mengalir tak tentu dalam bentuk deposito, saham, tabungan biasa dan valuta asing.

Mereka mempercayakan dananya, dengan ijin Allah, untuk disimpan / diinvestasikan dalam bentuk Dinar emas, yang telah dan akan terus kita teriakkan dan perjuangkan penggunaannya di masyarakat.

Sebagian dari mereka menabung untuk haji, mempersiapkan biaya nikah dan mahar, menyelamatkan uang pesangon pensiun, menarik tabungan yang didapat dari bonus tahunan perusahaan, menabung biasa dari kelebihan pendapatan bulanan, dan lainnya. Pada dasarnya, motifnya satu yakni menyelamatkan nilai kekayaan mereka dari kehancuran.
*) Pendapat yang keluar dari mereka ini kami cantumkan di kolom testimony di bagian kanan blog salmadinar ini.

Bagi pembaca yang mengamati cukup lama ekonomi Islam, termasuk di dalamnya Dinar Islam, konsepsi anti-riba, keadilan dan kemakmuran dalam Islam, kita pasti dapat menemukan, bahwa ujung pangkal berbagai krisis ekonomi, perampokan asset dan kekayaan perorangan, perusahaan dan Negara, salah satunya adalah uang kertas.

Seluruh medium transaksi kita, yaitu uang kertas, muatan sistemnya, yaitu riba, serta proses money creation melalui ketentuan cadangan minimum di bank, kita ketahui telah haram. MUI pun telah memfatwakan keharamannya. Perihal praktik ini dikupas di buku pak A. Riawan Amin, Satanic Finance yang terkenal itu.

Syaikh Hasan Al-Banna rahimahullah mengatakan setiap dari kita memiliki peran untuk mengkontribusikan batu bata bangunan Islam, yang (seharusnya) kokoh, rapi dan utuh ini.

Dan sesungguhnya, upaya bersama kita, untuk mengalihbentuk kekayaan kita dari asset hampa menjadi asset yang hakiki berupa Dinar (dan Dirham) Islam, adalah bagian bentuk membangun bersama bangunan Islam tersebut.

GeraiDinar, seluruh jaringan keagenan, dan masyarakat sebagai pengguna (sekaligus investor), insha Allah saling menguatkan untuk 2 tujuan besar yang kita cita-citakan, yaitu :
- Pertama, menyelematkan kekayaan ummat, kemudian
- Kedua, membangun ekonomi Islam yang adil dan mensejahterakan

Bayangkan jika dalam 3 bulan ini, SalmaDinar secara sendiri bisa menjadi mediator terselamatkannya uang lebih dari 250 juta rupiah, maka dalam setahun kira-kira akan ada 1 Milyar rupiah kekayaan yang akan tetap bertahan di kantong-kantong, dompet dan lemari-lemari umat Muslim

Jika 7 jaringan keagenan yang lain ditambah GeraiDinar langsung bekerja simultan, maka bisa mencapai 10 Milyar per tahun.

10 Milyar mungkin angka yang kecil dibanding jumlah peredaran uang di masyarakat, secara nasional maupun internasional. Namun 10 Milyar itu adalah 10 Milyar yang hakiki. 10 Milyar setahun yang secara perlahan akan meruntuhkan hegemoni ekonomi kapitalis yang menghancurkan. 10 Milyar yang tidak pernah beredar di lembaga keuangan untuk membiayai praktik bisnis kotor, atau menjadi kucuran kredit kepada konglomerat hitam - bukannya pengusaha dan petani kecil yang sangat memerlukan tambahan modal, 10 Milyar yang tidak liar dan mengalir keluar untuk menjadi peluru, misil dan tank yang membunuhi saudara-saudara kita di Palestine, Pakistan, Kashmir, Irak, Somalia dan Afghanistan.

Allahua’lam.