GOLD PRICE IS IN YOUR HAND!!

Unduh gratis aplikasi pemantau harga emas kami, untuk pengguna BlackBerry klik http://www.salmadinar.com/ota dan pengguna Android klik http://www.salmadinar.com/android langsung dari device Anda

24hr Gold Dinar Chart

24hr Gold Dinar Chart

Minggu, 30 Mei 2010

EMAS, INVESTASI PALING MURAH, LINDUNG HARTA PALING MUDAH


written by Endy Junaedy Kurniawan

Artikel ini juga disebarkan melalui Group "Mata Uang yang Sesungguhnya", Group "Tinggalkan Bank Haram, Tukar Bank Syariah #1 dan #2" di Facebook dan milis salmadinar@yahoogroups.com

Rekan2 yang dirahmati Allah, dalam hati kita tetap yakin dan bercita-cita Dinar nanti menjadi alat tukar yang adil dan mensejahterakan. Kali ini kita membahas emas, termasuk Dinar, sebagai instrument investasi sekaligus alat lindung nilai harta kita. Semoga menambah wawasan kita dan bermanfaat untuk praktek investasi sehari-hari dengan cara paling sederhana.


**

Untuk melindungi harta Anda dari perampok yang bernama inflasi, apa yang harus dilakukan ? Inflasi harus kita lawan karena jika tidak kita akan dimiskinkan tanpa pernah menyadarinya.

Bagaimana Anda memproteksi harta yang susah payah Anda dapatkan dengan bekerja 8 hingga 10 jam per hari dari ketidakpastian situasi ekonomi di masa mendatang? Krisis kecil tiga hingga lima tahunan. Krisis besar 10 tahunan. Nilai tukar rupiah yang melemah. Inflasi yang melibas janji-janji keuntungan dari bank bernama bunga.

Jika bulan ini Anda mendapatkan bonus dari perusahaan karena prestasi Anda yang baik selama setahun lalu sebesar Rp 5 juta, di situasi Anda tak perlu bayar hutang (karena telah ada alokasi dana lain), dan murni akan Anda simpan dana itu, akan dikemanakan uang tersebut ?

Atau bagi para istri, kemana akan disimpan kelebihan uang perjalanan dinas suami senilai Rp 1 juta yang diamanahkan kepada Anda selaku manajer investasi di keluarga ?

Atau yang masih pelajar dan ingin belajar investasi, akan disimpan atau diinvestasikan kemana bonus Rp 500 ribu ‘angpau’ saat lebaran dari keluarga dan kerabat Anda ?

Kembali bahwa jenis tabungan atau investasi haruslah yang mampu mendahului kencangnya laju inflasi. Prinsip pengelolaan keuangan dengan cara investasi atau menabung sebetulnya adalah menunda kenikmatan untuk hasil yang lebih besar di masa mendatang, atau menunda konsumsi untuk tujuan investasi.

Investasi atau menabung untuk memperkuat kondisi ekonomi rumah tangga adalah menyimpan nilai atau manfaat uang untuk digunakan suatu saat di masa depan. Jadi intinya satu : nilai manfaat di masa datang haruslah lebih besar dibanding saat ini. Karena itulah reward bagi Anda yang telah menahan diri saat sekarang. Maka jenis simpanan atau investasi yang malah melemahkan Anda di masa datang tertolak karena tak memenuhi syaratnya.

Nah, kembali ke persoalan awal, Anda kemanakan Rp 5 juta, Rp 1 juta dan Rp 500 ribu tadi ?

Kita akan abaikan jenis investasi aktif yakni berbinis langsung, baik sebagai pelaku maupun sebagai pemodal karena pembahasan kita adalah tentang cara termurah dan termudah bagi siapapun untuk berinvestasi sekaligus melindungi hartanya. Sebetulnya pilihan investasi aktif dengan berbisnis ini adalah yang terbaik untuk dipilih dan bagi yang belum suatu saat Anda perlu coba, karena banyak benefit lain selalu financial return dengan cara investasi riil seperti ini (misalnya : melatih ikhtiar dan tawakkal, efek sosial dengan membuka lapangan kerja, efek ekonomis yaitu bergeraknya perekonomian). Belum lagi janji luasnya rizki bagi pebisnis sebagaimana sabda Rasul SAW : “Pintu rizki ada 20, 19 untuk pedagang dan 1 pintu untuk orang yang menggunakan ketrampilan tangannya (pekerja atau karyawan)”.

(Rasul kita adalah pedagang, dan ulama bahkan mengatakan bahwa berdagang dan berbisnis adalah salah satu cabang jihad yang besar pahalanya. Semangat ini harus terus digelorakan, dan akan kita bahas khusus di lain kesempatan)

Kemudian perencana keuangan mengajarkan untuk memilih investasi pasif yang hasilnya bisa melebihi tingkat inflasi, dengan 3 alternatif yang bisa dipilih : saham, properti, atau emas.

Saham mungkin menarik, keuntungan yang didapat besar hingga 5 – 7 kali lipat dalam 5 tahun. Tapi investasi saham memerlukan ketrampilan khusus untuk menilai fundamental dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan yang sahamnya kita beli. Dengan bekal pengetahuan seadanya, kita bisa merugi hingga modal jadi nol dalam waktu singkat. Berinvestasi saham juga melebihi merawat bayi, perlu perhatian khusus, konsentrasi penuh, hingga tak bisa tidur. Yang jelas kasihan Anda yang hanya punya dana lebih Rp 5 juta, Rp 1 juta dan Rp 500 ribu, karena investasi saham tak bisa dimulai dengan angka sekecil itu.

Bagaimana dengan property ? Investasi berupa rumah tinggal, apartemen, ruko, kavling tanah juga menggiurkan. Keuntungan bisa mencapai 15% per tahun. Apalagi di lokasi strategis untuk perkantoran maupun ramai penduduk. Tapi apa yang bisa kita lakukan dengan Rp 5 juta, Rp 1 juta dan Rp 500 ribu ? Kita tak bisa membeli tanah 1x1 meter square karena tak ada jualan property dengan ‘pecahan’ sekecil itu.

Pilihan terbaik adalah emas. Tak perlu Rp 5 juta atau Rp 1 juta, bahkan dengan Rp 500 ribu kita sudah bisa berinvestasi sekaligus melindungi harta kita. Emas adalah investasi sekaligus untuk hedging (lindung nilai) harta terbaik.

Nilai emas jika ditakar dengan mata uang kertas naik rata-rata 25% per tahun, bahkan dihitung sejak krisis terjadi awal 2009 lalu saat ini nilai emas telah naik 40%. Dalam 10 tahun, kenaikannya 414%. Selain itu pecahan emas hingga 0,5 gram bisa kita dapatkan dengan mudah, artinya dengan dana lebih sebesar Rp 200 ribu pun kita bisa menyimpan dalam bentuk yang memberi hasil maksimal.

Anak-anak kita pun mulai bisa diajarkan sejak awal untuk berinvestasi dengan benar. Emas adalah kandungan intrinsik Dinar, mata uang asli Islam. Edukasi tentang Dinar bisa dimulai juga dari sini.

Murah, mudah, serta liquid jika kita membutuhkan dana segar dengan cepat.

Wallahua'lam

________________________________

Catatan :

Kemana tabungan dan deposito ? Keduanya tak kita singgung sama sekali karena kita sadari cara menyimpan seperti itu merugikan diri sendiri. Semenjak 1998, bank di negeri ini menggeser sumber penghasilannya berbasis fee (fee based income). Selain dari penghasilan bunga kredit, bank memaksimalkan pendapatan dari pengelolaan rekening, serta jasa transaksi (misalnya transfer) yang bisa dikutip langsung dari nasabah. Pada saldo tertentu, tabungan kita di bank tidak menghasilkan apa-apa alias hasilnya nol persen.

Deposito mungkin lebih tinggi tingkat bagi hasilnya, tapi kenyataan bahwa tingkat hasil per tahunnya 6 – 8% (sementara inflasi rata-rata 10%), ditambah dana kita terikat (tak bisa fleksibel untuk transaksi) maka deposito lebih layak diabaikan sepenuhnya.

Selasa, 25 Mei 2010

MENGELOLA HARTA : BANYAK YANG TAK BIKIN LALAI, SEDIKIT YANG TAK BIKIN LUPA


Dengan alasan apapun, Islam menolak penyakit kemiskinan menjangkiti umatnya.

Ali bin Thalib RA yang kita kenal zuhud berkata, "seandainya kemiskinan adalah laki-laki, maka aku akan membunuhnya."
Dari ungkapan ini juga kita makin pandai memahami sosok Ali RA sendiri : zuhud (tak mencintai dunia meski harta ditangannya) berbeda sama sekali dengan miskin (bermental peminta, tak punya kekuatan harta). Zuhud adalah meninggalkan dunia,by choice. Miskin adalah ditinggalkan oleh dunia.

Selain itu, ucapan beliau bisa dimaknai sebagai motivasi untuk berusaha keras mencari penghasilan (sebagai individu), atau memberantas kemiskinan di lingkungan sosial (sebagai anggota masyarakat) dengan zakat dan shadaqoh.

Islam menolak kemiskinan karena ia melemahkan sendi-sendi kekuatan rumah tangga, masyarakat dan sendi kejayaan Islam dalam skala besarnya. Dan kita menemukan bahwa diantara pilar yang menentukan kebangkitan Islam adalah kekuatan maaliyah (harta). Diluar itu adalah quwwatu iman, fikr (pemikiran), amal dan ijtima'iyah (sosial).

Miskin membuat umat ini mudah sekali menyerahkan kehormatan dan aqidahnya. Mudah berhutang, mudah tunduk, mudah menyerah.

Pula, lihatlah bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan doa yang berkaitan dengan harta, dalam dzikir harian yang sangat dianjurkan kita baca setiap pagi dan petang :
1. Allahumma inni 'audzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajsi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bughl, wa a'udzubika min gholabatiddaini wa kohrirrijal

2. Allahumma inni 'audzubika minal kufri wal fakr, wa a'udzubika min adzabil kobri laa ilaaha illa anta

Yang pertama doa terhindar dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan orang lain, menunjukkan pentingnya mandiri secara ekonomi.
Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari rasa gelisah dan sedih dan aku berlindung kepada Mu dari rasa lemah dan malas dan aku berlindung kepada Mu dari sifat pengecut dan kikir dan aku berlindung kepada Mu dari belitan hutang dan penindasan orang.

Yang kedua kemiskinan bahkan disetarakan dengan kekafiran dan azab kubur, hingga kita harus secara khusus meminta pada Allah agar terhindar darinya.
Ya Allah aku berlindung kepada Mu dari kekafiran dan kafakiran (kemiskinan), ya Allah aku berlindung kepada Mu dari azab kubur . Tiada tuhan melainkan Engkau.

Kita harus keluar dari hutang dan kaya.
Tolak tawaran hutang betapapun makin sulitnya. Tawaran-tawaran hutang konsumtif itu kini bahkan telah masuk lebih dalam dalam bentuk selebaran, SMS, telpon-telpon manis, menunggu kita terpeleset masuk dalam jerat hutang dan bertumpuk riba. Jika memang harus, berhutanglah untuk keperluan produksi. Hutang konsumtif pasti menghancurkan, tak ada keraguan. Jika harus memilih lagi, berhutanglah untuk keperluan bisnis atau produksi itu dengan objek dan prosedur yang syar'i. Berakad dengan bank Islam misalnya, baitul maal, atau komunitas-komunitas bisnis Islam.

Setelahnya, perkeras usaha. Aktivitas ekonomi seorang muslim jelas berkorelasi dengan pahala. Ucapan Umar ibn Khattab RA : “Wahai manusia, demi Allah, sungguh bila aku mati diantara dua kaki untaku dikala aku mencari hartaku di muka bumi, lebih aku sukai daripada aku mati di atas tempat tidurku.”

Islam mengatur bagaimana kekayaan dicari, dikelola dan dikeluarkan.
Setelah bekerja keras, simpan yang seperlunya untuk keperluan-keperluan jangka panjang keluarga, misalnya untuk pendidikan anak, haji, membeli tanah dan rumah, melunasi hutang jangka panjang, dan lainnya. Caranya : simpan dalam bentuk Dinar emas. Selain kebal penyakit inflasi juga anti depresiasi nilai tukar. Masalah ini sudah sering kami bahas di berbagai tulisan.

**

Entah mengapa sangat keras ajaran tentang betapa 'sengsaranya' hidup kaya di tengah-tengah kita. Kita sering dengar ceramah-ceramah tentang : "jadi orang kaya tu susah, karena lebih lama di-interogasi saat yaumil hisab nanti", lalu "untuk apa kaya, biar miskin yang penting bahagia".

Mengapa tak ditampilkan fakta lainnya, misalnya betapa Abdurrahman bin Auf diriwayatkan akan "menuju surga dengan merangkak (karena mudahnya)" disebabkan kekayaannya yang banyak itu selalu mengalir untuk perjuangan kaum muslimin ?
Atau mengapa selalu ditampilkan seolah kaya tak bisa bahagia. Mengapa jadi ungkapan kontra "miskin asal bahagia" padahal sangat mungkin terjadi harmoni "kaya dan bahagia" ?

Yahudi yang jumlah pemeluknya hanya 15 juta, adalah ruler community. Dunia ini taat di kakinya, terlepas baik-buruk ulah dan upayanya. Terlepas umat lain jadi korban dan babak belur karenanya.

Bayangkan jika penguasaan atas amanat kekayaan di muka bumi ini ada di tangan 1,5 Milyar muslim yang sholeh dan amanah, betapa makmur dan sejahteranya bumi ini jadinya.

Terakhir, kita juga perlu menyadari bahwa Allah melebihkan sebagian hamba-hamba-Nya atas sebagian yang lain dalam hal rizki, sebagai ujian masing-masing. Seperti pada firman-Nya di Surat Az-Zukhruf 32 dan Al-‘Ankabut 62, Allah menguji orang yang diberi-Nya keluasan rizki, bagaimana dia bersyukur. Sebagaimana Allah juga menguji hamba yang memiliki keterbatasan rizki, bagaimana mereka bersabar.

Sesungguhnya elok nian bagaimana Islam mengajarkan kita untuk memilih sikap terbaik dalam berbagai situasi.

Islam meminta kita berprinsip, agar kaya sekaligus dermawan atau miskin dengan harga diri.

Islam juga mengajarkan agar kita menjamu kemiskinan dengan sabar, dan mempertemukan kaya dengan syukur.

Baik pula jika kita berdoa a la Umar ibn Khattab, yang kutipannya menjadi judul tulisan ini : “Ya Allah, janganlah Engkau memperbanyak kepadaku dari dunia ini lalu aku melampaui batas, dan janganlah Engkau mempersedikit kepadaku darinya hingga aku lupa. Karena sesungguhnya sesuatu yang sedikit dan mencukupi lebih baik daripada yang banyak namun melalaikan.”

Allahua’lam